Seperti dilahirkan kembali karena Shalat



Seperti dilahirkan kembali karena Shalat
            Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan waktu kepada saya untuk “tulas-tulis” lagi. Dan tak lupa shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw. kepada keluarga, sahabat, para tabiit tabiin dan sampai kita umatnya sampai akhir zaman. Aamiin.
            Seperti biasa, kali ini tulas-tulis ada lagi… dan kali ini juga saya akan membahas seperti yang ada dalam judul diatas yaitu “seperti dilahirkan kembali karena Shalat”. Pasti kalian semua bertanya-tanya tentang judul yang “aneh” diatas. Mengapa shalat bisa mengembalikan kita seperti dilahirkan kembali? Mengapa?.
            Judul diatas diambil sesuai kisah saya sendiri, (emangnya ada apa dengan kisahmu?) bentarr… , cerita tersebut mengenai diri saya sendiri yang mengalami hal tersebut. Hal ini dikarenakan saya mengikuti PGRQ yang waktu kelas X di (sebut saja SMA X) yang masih bertanya-tanya apaan PGRQ? Ngapain sih ruang-riung ga puguh gitu? Ga ada kerjaan gitu? Tapi, kenyataan emang saya ga ada kerjaan ketika waktu itu nah saking pengen tau bangetnya dan sering diajak-ajak terus sama teman-teman kelas, ya akhirnya mencoba utk mengikuti PGRQ itu.
 Dan disinilah mulai bertambahnya ilmu-ilmu (bisa dibilang keagamaan) gitu. Dan mengikuti PGRQ itu dengan terus-menerus dan ketika sudah sedikit paham dengan hal keagamaaan, terutama dalam shalat ! hal tersebut sangat diperjelas dan diperjelas lagi masalah-masalah shalat. Kalau mau bilang seperti anak zaman sekarang kaya bilang WOW gitu yaa.mengapa bisa seperti itu karena saya dulunya bisa dibilang anak2 yg ga ada kerjaan, yg tidak mengethui mengenai hal-hal keagamaan,terutama shalat.
Ketika sudah lama mengikuti dan sedikit demi sedikit menghayati tentang shalat dan tepatlah disebuah masjid di dekat rumah, waktu itu sedang mau maasuk waktu magrib. Seperti biasa shalat seperti berjama’ah disana. Berjama'ah lebih utama dari pada salat sendirian. Rasulullah SAW bersabda: "Salat berjama'ah itu lebih utama dari pada salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA) .Dan kalau tidak salah ketika rakaat ke2 saking menghayatinya, seperti ada yang hilang dan ada yang datang menghampiri lalu saya seperti yang tidak sadar, lalu saya bertanya-tanya dalam hati saya sendiri. Ada apa ini seperti ada yang berbeda, pada saat itulah saya seperti dilahirkan kembali. Tapi ingat itu hanya perasaan saya saja, jgn terlalu dibawa serius dan menganggap saya seperti “apa”.
Dan benar seperti dalam qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama “Allah” gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan kepada Rabb-Nya mereka bertawakkal. Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka.” (Al Anfal: 2-3)
 “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat. (Al Mu'minun [23] : 1 - 4).
Firman Allah S.W.T :

"Dihari itu (Kiamat) akan bersaksilah keatas kamu oleh segala lidah mu, tangan mu dan kakimu dengan segala sesuatu yang telah kamu perbuat (di Dunia dahulu)." - Surah An Nur : Ayat 24.
Firman Allah S.W.T. : "Dan jangan kamu cenderung hati kepada orang yang zalim, nanti kamu akan disentuh oleh api neraka." - Surah Hud : ayat 113.

 Dan hadits :
Rasulullah S.A.W. bersabda : "Orang yang berhijrah dengan sebenarnya ialah orang yang berhijrah dari kejahatan. Dan mujahid yang sebenarnya ialah orang yang memerangi hawa nafsunya."
Rasulullah S.A.W. bersabda : "Sesungguhnya sesaorang itu terkadang bercakap dengan satu percakapan dengan tujuan supaya orang lain menjadi tertawa dari sebab percakapannya itu. Dia tidak menyangka bahawa perkataan nya itu akan menyebabkan dirinya dihumbankan kedalam api neraka selama tujuh puluh tahun." - Riwayat At Tirmizi daripada Abu Hurairah R.A.
Insya Allah tulas-tulis ini dapat menginspirasi kita semua, dan jangan jadikan tulas-tulis ini untuk dijadikan takabbur. Melainkan dijadikan untuk inspirasi penambah keimanan kita. Semoga dengan adanya kisah ini dapat menambahkan semangat dalam shalat berjama’ah dimasjid (wajib bagi ikhwan) dan yang sampai teringat dalam otak saya ada salah satu hadits yang sangat menggetarkan iman Insya Allah. Haditsnya :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, aku pernah bertekad untuk menyuruh orang membawa kayu bakar dan menyalakannya, kemudian aku akan perintahkan orang untuk mengumandangkan adzan untuk shalat [berjama'ah] kemudian akan aku suruh salah seorang untuk mengimami orang-orang [jama'ah] yang ada lalu aku akan berangkat mencari para lelaki yang tidak ikut shalat berjama’ah itu supaya aku bisa membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari [644] dan Muslim [651]).
Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan pada tulas-tulis kali ini walaupun sedikit engga nyambung dan hanya inilah sedikit pengalaman yang dapat saya sampaikan.
Semoga Allah mengembalikan kemuliaan dan persatuan umat Islam di atas Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan mutlak dari saya. Wal hamdu lillahi Rabbil ‘alamin.,
 Wallahu a’lam bishawab
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
-AP-

SABAR ITU Luar biasa !!



SABAR ITU Luar biasa !!
            Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puja puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan semesta alam ini Allah SWT, yang telah menciptakan kita semua sampai bisa seperti ini. Tak lupa kepada Rasulullah kita semua Nabi Muhammad Saw. kpd keluarga,sahabat, tabiit tabiin hingga kita umatnya Insya Allah.
Kita kembali lagi nih dengan si “Tulas-Tulis” hehehe, kali ini seperti biasa ada tugas PGRQ lagi. Aduhhhh…. Ga bosen-bosen yaa Ustd. Girry ngasih mulu tugass… hehehe pisss kang. Tapi tak apalah segali tak ada kerjaan yang harus dikerjakan, ya mau ngerjain apa lagi. Dari pada tugas numpuk apalagi tugas sekolah, wihhh itu mah jangan ditanya lagi ! sekian tulas-tulis kali ini semoga bermanfaat ?? eh belum, baru juga pembukaan. Maaf, maaf, sodara-sodara.
Baik, kali ini sesuai dengan judul diatas yaitu “Sabar itu luar biasa !!”. Mengapa sabar bisa luar biasa!. Pengertian sabar sendiri menurut orang lain, yaitu Sabar berasal dari bahasa Arab dari akar SHABARA (صَبَرَ), hanya tidak yang berada dibelakang hurufnya karena ia tidak bias berdiri sendiri. Shabara’ala (صَبَرَ عَلَى) berarti bersabar atau tabah hati, shabara’an (صَبَرَ عَنْ) berarti memohon atau mencegah, shabarabihi (صَبَرَ بِهِ) berarti menanggung. Jika ditinjau lebih lanjut, orang-orang sukses nun jauh maupun yang dekat disini atau disana. Ataupun kita yang Insya Allah sukses, Aamiin. Apakah mereka langsung sukses atau “jol-jol sukses weh” kalau kata orang sunda mah. Tentu tidak !! mereka pasti melewati masa-masa dimana kita harus ada tahap yang dinamakan “SABAR”.
 Kita ambil contoh, siapa yang tak kenal sebut saja inisialnya Chaerul Tanjung si anak singkong dan namanya C.T si anak singkong. Bayangkan jika ada orang sukses yang sebelum suksesnya ia berjualan atau ia menjadi tukang foto copy dikuliahannya dan dia ini sangat luar biasa perjuangan untuk mencari uang dikarenakan kondisi keluarganya. Ia sangat kasihan kepada orang tuanya yang harus banting tulang untuk mencari uang. Dia ini sudah sangat bosan dengan yang namanya caci maki teman-temannya dan dia pun bersabar, sungguh luar biasanya dia. Hingga akhirnya dia sekarang menjadi orang yang luar biasa yang memiliki banyak perusahaan di Indonesia. Subhanallah.
Contoh yang kedua ini dikutip dari cerita yang diambil dari salah satu cerita yang ada pada buku “Zero to Hero”.  Seseorang ini ia sakit lumpuh setelah ia melakukan wisudanya. Ia sadari bahwa kesalahannya selama ini karena jauh dari Al-qur’an. Maka disaat lumpuh ia sadar, sabar dan bersyukur atas nikmat sakitnya yang lalu ia gunakan waktunya selama lumpuh untuk menghafal Al-qur’an. 4 bulan setelah lumpuh, ia sudah hafal Qur’an seluruhnya dan pada saat itulah Allah menyembuhkan kelumpuhan yang dideritanya. Subhanallah. Oleh karena itu, “kenalilah Allah disaat suka, maka Dia akan mengenalmu disaat susah.” Begitulah perkataan dari Rasulullah saw. untuk sadar dan sanbarkan diri.
Ayat Al-Qur’an mengenai SABAR :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴿٢٠٠﴾
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu…” (QS. Ali Imran: 200)
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾
“Sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿١٠﴾
“…Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ﴿٤٣﴾
“Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya, (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syuura: 43)
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾
“…Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ
“Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…” (QS. Muhammad: 31)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat mengenai sabar ini. Luar biasa sekali sampai-sampai Allahpun akan selalu bersama orang-orang yang bersabar dan Allah akan selalu menambah pahala-pahala kepada orang yang selalu bersabar. Jika kita lihat sedikit cerita diatas, Allah telah menambah pahala-pahala melalui menghafal Al-qur’an seperti dalam surat “…Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
Adapun Hadits mengenai sabar ini, yaitu sebagi berikut :
1.     Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim).
2.     Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)
3.     Iman terbagi dua, separo dalam sabar dan separo dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)
4.     Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.: Bahwa sebagian orang Ansar meminta kepada Rasulullah saw., maka beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi, beliau pun memberi mereka, sampai ketika telah habis sesuatu yang ada pada beliau, beliau bersabda: Apapun kebaikan yang ada padaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Barang siapa menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barang siapa yang bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Seseorang tidak diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran. (Shahih Muslim No.1745)
5.     Seorang mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
6.     Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)
7.     Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah. (HR. Bukhari)
8.     Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Dan masih banyak lagi…
Setelah saya lebih memahami makna dari sabar, Alhamdulillah segala prilaku yang terdahulu yang membuat saya tidak selalu sabar dalam menghadapi segala cobaan ataupun musibah kini telah membuat saya lebih mengerti dalam mengambil tindakkan. Wajarlah anak anak SMA pasti ada bercanda-bercanda, tetapi adapula yang bercandanya itu diluar dari kewajaran kita sebagai pelajar. Nah, untuk mengahadapi itu lebih baik kita sabar atau menahan amarah/lebih baik kita malah berbuat baik kepada orang yang telah membuat kita marah atau mencaci maki diri kita semua. Insya Allah orang ini akan melakukan hal yang sama jika kita membalasnya dengan hal kebaikan.
Bagaimana kawan-kawan, sudah mengerti belum bahwa sabar itu memang luar biasa. Jika belum ngerti ya harus ngerti, lah kalau lapar tinggal makan, kalau ngantuk tinggal tidur, gitu aja kok repott. Bersabarlah ketika kita dilanda musibah, karena kalau kita sabar maka Allah akan memberikan pahala kepada kita. Kalau kita tidak sabar, maka musibah itu akan terasa lebih berat dibandingkan dengan orang orang yang bersabar. Saya rasa  tugas ini memang cukup rumit dari yang kemarin, mungkin ini saja yang bisa saya sedikit jelaskan.
Sekian tulas-tulis kali ini dan kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan mutlak dari saya. Wallahu a’lam bishawab
Syukran,terima kasih, thank you, hatur nuhun.
Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
-AP-

pandangan yang ‘menggugurkan’ pahala

pandangan yang ‘menggugurkan’ pahala
            Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan waktu kepada saya untuk “tulas-tulis” lagi. Dan tak lupa shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw. kepada keluarga, sahabat, para tabiit tabiin dan sampai kita umatnya sampai akhir zaman. Aamiin.
Pada Tulas-tulis kali ini sesuai dengan judul, yaitu Pandangan yang ‘menggugurkan’ pahala. Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa menggugurkan pahala? Ga ada kerjaan banget gitu ya hehehe, tapi tenang ini bukan ga ada kerjaan untuk menggugurkan pahala yang sudah capek-capek kita kumpulkan selama ini. Sekarang akan diperjelas lagi, pandangan yang dimaksud pada judul diatas yaitu pandangan yang dilakukan ketika shalat. Pandangan tersebut mungkin sering kita ketahui yang dicontohkan oleh Rasulullah yaitu pandangan yang menghadap / memandang  terus tempat sujud kita.
Mungkin kita pernah melakukan ketika shalat yaitu memejamkan mata, hati kita terasa sejuk, aman, tentram, sejahtera, adil dan makmur (terlalu lebay hehehe). Mengapa bisa seperti itu? KEPO?? Mengapa kita bisa seperti itu ? jadi gini, hal yang dilakukan itu ya kita memejamkan mata, apakah rasulullah melakukan itu? Rasulullah tidak melakukan itu, dan setanpun tidak perlu menggangu kita lagi karena hal yang kita kerjakan dalam shalatpun sudah salah dan tidak sesuai dengan yang dilakukan Nabi saw. dan rasulullah pernah memandang kelangit ketika shalat seperti dalam hadits : Dari Ibnu Sirin, "Sesungguhnya Nabi SAW, pernah membalikkan pandangannya ke langit, lalu turunlah ayat ini "... Dan orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya", lalu ia menundukkan kepalanya. (HR Ahmad dalam kitab Nasikh dan Mansukh).
Melirik adalah salah satu cara syetan untuk mencuri dan menggugurkan pahala yang telah kita kumpulkan dari awal shalat. Seperti dalam hadits:
Tidak ada perselisihan di kalangan para ulama tentang makruhnya menoleh ketika shalat, berdasarkan hadis A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau bercerita: “Saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang menoleh ketika shalat, beliau menjawab: ‘Itu adalah colekan, setan mencolek shalatnya seorang hamba’.” (HR. Bukhari 751).
Tetapi ada juga yang membolehkan kita melirik jika dibutuhkan sesuai dengan hadits : a. Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, beliau bercerita: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit dan kami shalat di belakang beliau. Beliau shalat dengan duduk, sementara Abu Bakar mengeraskan takbir beliau agar didengar semua jamaah. Tiba-tiba beliau menoleh ke kami, dan beliau lihat kami shalat dengan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami (untuk duduk) dan kami pun duduk. Akhirnya kami menjadi makmum beliau sambil duduk. (HR. Muslim no. 431)
Anjuran dan hal yang dilakukan oleh rasulullah mengenai pandangan ketika shalat yaitu sesuai dengan hadits :
    "Apabila Rasulullah saw sholat, maka beliau menundukan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah" (HR Al Baihaqi dan Hakim. Hadis ini disaksikan oleh sepuluh orang sahabat )
    "Beliau melarang untuk mengarahkan pandangan ke langit." (HR Bukhari dan Abu Daud)
        "Hendaknya suatu kaum menghentikan (mencegah) mengangkat (mengarahkan) pandangan mereka ke langit di dalam sholat atau pandangan mereka itu tidak akan kembali lagi kepada mereka, (di dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa mata mereka disambar petir)." (HR Muslim, Bukhari dan As Siraj)
    "Apabila kamu sholat, maka janganlah kamu menoleh, karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajahNya ke wajah hambaNya di dalam sholatnya, selagi ia tidak menoleh." (HR Turmudzi dan Hakim)
    "(Menoleh adalah) suatu curian yang dicuri setan dari sholat seorang hamba." (HR Bukhari dan Abu Daud)
    "Shalatlah seperti shalat orang yang berpamitan, seakan - akan engkau melihatNya dan walaupun engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (Al Mukhlis dalam Ahaditsi Muntaqah, Thabrani, Rubani dan Dhiya' dalam Al Mukhtarah. Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Asakir dishahihkan oleh Haitani Al Faqih dalam Asna'l Mathalib)
         "Tidak ada bagi seorangpun yang datang kepadanya shalat wajib. lalu tidak memperbaiki wudhunya, khusyunya dan ruku'nya, kecuali shalat itu akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah berlalu, selama ia tidak melakukan dosa-dosa besar dan hal ini untuk setiap masa." (HR Muslim)
    "Rasulullah saw shalat dengan mengenakan kain yang mempunyai tanda-tanda, kemudian beliau melihat kepada tanda-tanda itu dengan sekali lihat. Tatkala beliau selesai dari shalatnya, beliau bersabda, "pergilah dengan kainku ini kepada Abi Jahmin dan bawahlah kepadaku pakaian (yang tebal yang tidak ada tandanya) milik Abi Jahmin, karena sesungguhnya ia telah melupakan aku dari shalatku tadi." (dan dalam sebuah riwayat dikatakan, "Sesungguhnya aku telah melihat kepada tandanya waktu shalat hingga ia hampir mengujiku.")" (HR Bukhari, Muslim dan Malih)
    "'Aisyah ra mempunyai pakaian yang di dalamnya terdapat lukisan yang terjurai ke sahwah (Rumah Kecil yang menurun ke bumi dan sedikit menyerupai bilik dan lemari), sedangkan Nabi saw shalat dengan menghadap kepadanya (kain itu). Kemudian beliau bersabda, "Keluarkan baju itu daripadaku, karena lukisan itu senantiasa menghalang-halangi aku dalam shalatku." (HR Bukhari, Muslim dan Abu 'Uwanah. Rasulullah saw tidak memerintahkan untuk melepaskan gambar dan mengoyaknya, tetapi cukup menjauhkannya.)
    "Tidaklah sah shalat orang yang dihadapannya terdapat makanan dan tidak pula orang yang ingin buang kotoran." (HR Bukhari dan Muslim. Hadis kedua oleh Ibnu Syaibah).

Sekian tulas-tulis kali ini dan kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan mutlak dari saya. Wallahu a’lam bishawab
Semoga bermanfaat
wassalamu’alaikum Wr. Wb 

-AP-

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons